Kamis, 06 Desember 2018

Tugas Mandiri 11

TUGAS MANDIRI 11

1. Fungsi-Fungsi dari Protokol

  • Protokol ICMP
ICMP atau Internet Control Message Protocol merupakan protokol di dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk memberitahukan kepada user tentang adanya koneksi atau tidak, lalu apakah koneksi kita dapat sampai ke server atau pun ke komputer lain.ICMP juga dapat mengetahui adanya kemungkinan balasan dari komputer yang kita tuju.

Cara Kerja ICMP (Internet Control Message Protocol) akan mengirimkan ICMP Echo Request dan ICMP Echo Reply pada komputer kamu melalui perintah PING (Packet INternet Gopsher).
Misalkan komputer A akan mengirimkan ICMP Echo Request kepada komputer B, maka komputer B akan membalas dengan ICMP Echo Reply, komputer A akan menghitung berapa lamanya feedback dari komputer B untuk membalas ICMP yanf dikirim komputer A melalu ICMP yang tadi.
Praktek.

Kamu bisa melakukan praktek nya, jika kamu pengguna Linux kamu bisa menggunakan Terminal, jika kamu pengguna Windows, kamu bisa menggunakan CMD.

  • Protokol POP3
POP3 ini singkatan dari kepanjangan Post Office Protocol ver.3 dan IMAP ini singkatan dari kepanjangan Internet Message Access Protocol. Dengan pengertian singkat POP3/IMAP adalah protokol yang mengatur penerimaan email kepada penerima (Ingoing).

Cara kerja POP3 dan IMAP sama dengan kurir yang mengantarkan surat, tugasnya menyampaikan surat yang sebelumnya sudah dititipkan di Kantor Pos (SMTP) kepada penerima surat.
Terdapat pada port berapa POP3? POP3 terdapat pada port 110.
Terdapat pada port berapa IMAP? IMAP terdapat pada port 143.

  • Protokol SMTP
SMTP ini singkatan dengan kepanjangan Simple Mail Transfer Protocol. Dengan pengertian singkat SMTP adalah protokol yang mengatur pengiriman email dari pengirim (Ongoing).

Cara kerja SMTP ini sama dengan Kantor Pos, tempat dimana kita menitipkan surat kita agar dikirimkan kepada penerima yang tertera di surat tersebut.
Terdapat pada port berapa SMTP? SMTP terdapat pada port 25.

  • Protokol FTP
FTP atau File Transfer Protocol merupakan protokol internet yang digunakan untuk urusan pengiriman data dalam jaringan komputer, seperti upload dan download file yang dilakukan oleh FTP client dan FTP server. Layanan FTP bisa diatur menjadi FTP public, dimana semua orang bisa mengakses data-data yang ada di server FTP dengan mudah. Selain dapat diatur menjadi FTP public, layanan FTP ini juga bisa diatur agar tidak semua orang dapat mengakses data-data yang ada di server, jadi hanya pengguna terdaftar saja yang memiliki izin untuk mengakses data-data tersebut.

FTP berkerja menggunakan salah satu protokol yang dapat diandalkan untuk urusan komunikasi data antara client dan server, yaitu protokol TCP (yang menggunakan port nomor 21). Port 21 ini digunakan untuk mengirimkan command (perintah). Oleh karena port 21 dimaksudkan khusus untuk mengirimkan command, maka port ini sering juga disebut dengan nama command port. Dengan adanya protokol ini, antara client dan server dapat melakukan sesi komunikasi sebelum pengiriman data berlangsung. Terdapat beberapa persyaratan untuk menggunakan FTP, yaitu:

Pada komputer pengguna sudah terinstall FTP Client, seperti misalnya FileZilla.
Pengguna memiliki cukup informasi tentang FTP server yang ingin terhubung denga komputer.
Informasi tersebut mencakup:
Alamat FTP Server, yang bentuknya mirip dengan alamat domain sebuah website. Alamat FTP Server biasanya diawali dengan kata ftp, misalnya saja : ftp.namadomain.com atau ftp://ftp.namadomain.com. Pada beberapa kasus, alamat FTP Server juga diberikan dalam bentuk IP address, seperti misalnya : 61.185.225.87.

Username dan password. Beberapa FTP server memang membiarkan para client mengakses data secara anonim, namun beberapa memerlukan inputan username dan password yang harus diketahui oleh client.

  • Protokol ARP
Suatu data biasanya dikirim melalui ethernet card pada jaringan lokal. Supaya bisa saling berkomunikasi, ethernet card menggunakan MAC Address yang besarnya 48 bit, dan setiap ethernet card memiliki MAC Address yang berbeda. Pada saat hendak mengirimkan data ke komputer dengan IP tertentu, suatu host pada jaringan ethernet perlu mengetahui, diatas ethernet address yang manakah tempat IP tsb terletak. Untuk keperluan pemetaan IP address dengan ethernet address ini, digunakan protokol ARP (Address Resolution Protocol).

Cara kerja ARP dapat diibaratkan sebagai berikut:
  • Suatu host dengan IP address A mengirim paket ke host dengan  IP address B pada jaringan lokal. Host pengirim memeriksa dulu ARP cachenya adakah MAC Address untuk host dengan IP address B.
  • Jika tidak ada, ARP akan mengirimkan paket ke alamat Broadcast (sehingga seluruh anggota jaringan mendengarnya). Paket ini berisi pertannyaan : “Siapakah pemilik IP address B dan berapakah MAC Addressnya? “. Dalam paket ini juga disertakan IP address A beserta MAC Addressnya.
  • Setiap host di jaringan lokal menerima request tersebut dan memeriksa IP address masing-masing. Jika ia merasa paket tersebut bukan untuknya, dia tidak akan menjawab pertannyaan tersebut.
  • Host dengan IP address B yang mendengar request tersebut akan mengirim IP address beserta MAC Address ya ke host penanya.

2. Kelebihan dan Kekurangan IPv4 & IPv6



  • Internet Protokol versi 4
Kelebihan:
  1. Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
  2. Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

Kekurangan:
  1. Panjang alamat 32 bit (4bytes).
  2. Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
  3. Dukungan terhadap IPSec opsional.
  4. Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
  5. IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

  • Internet Protokol versi 6
Kelebihan:
  1. Format header baru. Header baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
  2. Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
  3. Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
  4. Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration.Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
  5. Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
  6. Dukungan  yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
  7. Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.
  8. Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
  9. Ekstensibilitas.
  10. Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.

Kekurangan:
  1. Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
  2. Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.

Jumat, 26 Oktober 2018

Tugas Artikel Perancangan WEB

  • Pengertian Sistem
Menurut Tata Sutabri (2012:6) pada buku Analisis Sistem Informasi, pada dasarnya sistem adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Selanjutnya Menurut McLeod (2004) dikutip oleh Yakub dalam buku Pengantar Sistem Informasi (2012:1) mendefiniskan sistem adalah Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk mencapai tujuan. Sistem juga merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk tujuan tertentu.

Sedangkan menurut Jogianto (2005: 2) pada buku Analisis dan Desain Sistem Informasi mendefinisikan sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Menurut Mustakini (2009:34), “Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu”.

Menurut Gordon B. Davis dalam bukunya menyatakan, sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling bergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. (2012:17).

  • Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. [Tata Sutabri 2012].

Menurut Sutarman (2012:13), “Sistem informasi adalah ”Sistem dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)”.

Menurut Mulyanto (2009:29), “Sistem informasi adalah suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut John F. Nash (1995: 8) Sistem informasi adalah Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mengatur jaringan komunikasi yang penting, proses transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Menurut Kertahadi (2007) Sistem informasi adalah alat untuk menyajikan informasi sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi penerimanya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dalam perencanaan, memulai, pengorganisasian, operasional sebuah perusahaan yang melayani sinergi organisasi dalam proses mengendalikan pengambilan keputusan.

Menurut Rommey (1997: 16) Sistem informasi yang diselenggarakan cara untuk mengumpulkan, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan terorganisir cara untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi dengan cara yang suatu organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

  • Pengertian SDLC


Menurut  O’brien (2000) adalah aplikasi penerapan dari penemuan  permasalahan (problem solving) yang didapat dari pendekatan sistem  (system approach) menjadi pengembangan dari solusi sistem informasi  terhadap masalah bisnis.

Menurut Turban (2003), System Development Life Cycle (SDLC) atau Siklus Hidup Pengembangan Sistem adalah metode pengembangan sistem tradisional yang digunakan sebagian besar organisasi saat ini. SDLC adalah kerangka kerja ( framework) yang terstruktur yang berisi proses-pro ses sekuensial di mana sistem informasi dikembangkan.

Menurut Azhar Susanto (2004) menyatakan bahwa : System Development Life Cycle (SDLC) “System Development Life Cycle (SDLC) adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang popular pada saat sistem informasi pertama kali dikembangkan.”

Menurut Sinarmata [2010:39], SDLC mengacu pada model dan proses yang digunakan untuk mengembangkan sistem perangkat lunak dan menguraikan proses, yaitu pengembang menerima perpindahan dari permasalahan ke solusi.

Menurut Nugroho [2010:2], pengembangan/rekayasa sistem informasi (system development) dan/atau perangkat lunak (software engineering) dapat berarti menyusun sistem/perangkat lunak yang benar-benar baru atau yang lebih sering terjadi menyempurnakan yang sebelumnya.


  • Pengertian Website


Website merupakan fasilitas internet yang menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hyper text), baik diantara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia. Pages diakses dan dibaca melalui browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrome dan aplikasi browser lainnya (Hakim Lukmanul, 2004).

Website adalah salah satu layanan internet yang paling banyak digunakan dibanding dengan layanan lain seperti ftp, gopher, news atau bahkan email (Suwanto Raharjo, 2000).

Website adalah suatu metode untuk menampilan informasi di internet, baik berupa teks, gambar, suaramaupun video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) yang dapat diakses melalui sebuah browser (Yuhefizar (1998).

Website adalah bagian paling terlihat sebagai jaringan terbesar dunia, yakni internet (Taufiq Hidayatullah, 2002).

Website adalah sebuah tempat di internet yang mempunyai nama dan alamat (Haer Talib, 1992).

Pengertian Perancangan Sistem Informasi

Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2012:5), perancangan sistem adalah sekumpulan aktivitas yang menggambarkan secara rinci bagaimana sistem akan berjalan. Hal itu bertujuan untuk menghasilkan produk perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan user.

Kenneth dan Jane (2006:G12) menjelaskan bahwa perancangan sistem adalah kegiatan merancang detil dan rincian dari sistem yang akan dibuat sehingga sistem tersebut sesuai dengan requirement yang sudah ditetapkan dalam tahap analisa sistem. Lebih lanjut O’Brien dan Marakas (2009:639) menjelaskan bahwa perancangan sistem adalah sebuah kegiatan merancang dan menentukan cara mengolah sistem informasi dari hasil analisa sistem sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna termasuk diantaranya perancangan user interface, data dan aktivitas proses.
   Menurut Bentley dan Whitten (2009:160) melalui buku yang berjudul “system analysis and design for the global enterprise” juga menjelaskan bahwa perancangan sistem adalah teknik pemecahan masalah dengan melengkapi komponen-komponen kecil menjadi kesatuan komponen sistem kembali ke sistem yang lengkap. Teknik ini diharapkan dapat menghasilkan sistem yang lebih baik.
Pengertian Waterfall
Hasil gambar untuk gambar metode waterfall

   Menurut Nasution (2012:118), dalam membangun dan mengembangan aplikasi ini menggunakan metode waterfall. ìWaterfall merupakan salah satu metode pengembangan sistem informasi yangbersifat sistematis dan sekuensial, artinya setiap tahapan dalam metode ini dilakukan secara berurutan dan berkelanjutanî.
   Menurut Rizky (2011:61), waterfall model sebagai salah satu teori dasar dan seakan wajib dipelajari dalam konteks siklus hidup perangkat lunak, merupakan sebuah siklus hidup yang terdiri dari mulai fase hidup perangkat lunak sebelum terjadi hingga pascaproduksi. Waterfall model memiliki definisi sendiri bahwa sebuah hidup perangkat lunak memiliki sebuah proses yang linear dan sekuensial
  Waterfall adalah sebuah metode pengembangan software yang bersifat sekuensial. Metode ini dikenalkan oleh Royce pada tahun 1970 dan pada saat itu disebut sebagasiklus klasik dan sekarang ini lebih dikenal dengan sekuensial linier. Selain itu Model ini merupakan model yang paling banyak dipakai oleh para pengembang software. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu system dilakukansecara berurutan atau secara linear.Gambar 2.1 Model Waterfall (Sumber : Jogiyanto H.M (2010:59))
  Menurut Pressman (2015:42), model waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. Nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut juga dengan “classic life cycle” atau metode waterfall. Model ini termasuk ke dalam model generic pada rekayasa perangkat lunak dan pertama kali diperkenalkan oleh Winston Royce sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai dalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan berurutan. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.
   Metode air terjun atau yang sering disebut metode waterfall sering dinamakan siklus hidup klasik (classic life cycle), dimana hal ini menggambarkan pendekatan yang sistematis dan juga berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman, 2012).
Langkah - Langkah Waterfall
Hasil gambar untuk langkah langkah waterfall
  Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang berurut yaitu:requirement (analisis kebutuhan), design system (desain sistem), Coding (pengkodean) & Testing(pengujian), Penerapan Program, pemeliharaan. Langkah-langkah dari metode waterfall adalah sebagai berikut :
1.     Requirement Analisis
    Tahap ini pengembang sistem diperlukan komunikasi yang bertujuan untuk memahami perangkat lunak yang diharapkan oleh pengguna dan batasan perangkat lunak tersebut. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi atau survei langsung. Informasi dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh pengguna.
2.      System Design
   Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras(hardware) dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3.      Implementation
   Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fungsionalitas yang disebut sebagai unit testing.
4.      Integration & Testing
    Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masing-masing unit. Setelah integrasi seluruh sistem diuji untuk mengecek  setiap kegagalan maupun kesalahan.
5.     Operation & Maintenance
    Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang  sudah  jadi,  dijalankan  serta dilakukan  pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki  kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.
Pengertian RAD
Hasil gambar untuk gambar RAD
   Menurut James Martin “Rapid Application Development (RAD) merupakan pengembangan siklus yang dirancang untuk memberikan pengembangan yang jauh lebih cepat dan hasil yang lebih berkualitas tinggi daripada yang dicapai dengan siklus hidup tradisional. Hal ini dirancang untuk mengambil keuntungan maksimum dari pengembangan perangkat lunak yang telah berevolusi baru­baru ini.
   Profesor Clifford Kettemborough dari College Whitehead, University of Redlands, mendefinisikan Rapid Application Development sebagai "pendekatan untuk membangun sistem komputer yang menggabungkan Computer­Assisted Software Engineering (CASE) tools dan teknik, user­driven prototyping,. RAD meningkatkan kualitas sistem secara drastis dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk membangun sistem."
  Menurut Whitten & Bentley (2007:98) Rapid Application Development ( RAD ) adalah sebuah strategi pengembangan sistem yang menekankan kecepatan dalam pengembangan melalui keterlibatan pengguna dalam pembangunan secara cepat, iteratif, dan incremental dari suatu serangkaian prototype dari suatu sistem yang dapat berkembang menjadi suatu sistem akhir atau versi tertentu.
   RAD merupakan gabungan dari bermacam-macam teknik terstruktur dengan teknik prototyping dan teknik pengembangan joint application untuk mempercepat pengembangan sistem/aplikasi (Bentley, 2004).
 Adapun definisi Rapid Application Development (RAD) menurut Azhar Susanto (2004:353) menyatakan bahwa :
“Rapid Application Development (RAD) adalah pengembangan dari beberapa metode atau teknik terstruktur (khususnya dalam pengolahan data untuk menghasilkan informasi), misalnya dengan mengintegrasikan metode Prototyping, metode SDLC dan teknik Joint Apllication Development untuk mempercepat pengembangan sistem informasi.”
Langkah - Langkah RAD
1.  Fase Analisis Persyaratan
   Fase ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi layanan, batasan, dan obyektifitas dari sistem dari pengumpulan data yang dilakukan terhadap stakeholders. Selain itu analisis persyaratan juga bertujuan untuk mendefinisikan persyaratan user dan sistem. Hasil akhir dari analisis persyaratan yaitu spesifikasi awal dari persyaratan user dan sistem. Adapun Fase 1 ini terdiri dari 5 langkah  yaitu sebagai berikut:
a.  Komunikasi dan Perencanaan Proyek
   Tujuan dari langkah komunikasi dan perencanaan proyek adalah untuk mengidentifikasi kegiatan, patokan, dan apa yang harus dihasilkan oleh proyek. Langkah ini menghasilkan perencanaan proyek, manajemen perubahan persyaratan dan manajemen resiko.
b.  Studi kelayakan
   Tujuan dari studi kelayakan adalah untuk menentukan apakah proyek dapat dilanjutkan. Jika proyek dapat diteruskan, studi kelayakan akan menghasilkan rencana proyek dan estimasi biaya untuk tahap pengembangan selanjutnya.
   Ada 4 macam studi kelayakan yang dapat dilakukan yaitu:
i.    Teknis: Kelayakan teknis digunakan untuk menentukan penggunaan solusi teknis tertentu dalam sistem/proyek, dan ketersediaan sumber daya dan keahlian teknis.
ii.  Operasional: Kelayakan operasional adalah ukuran seberapa baik solusi akan berhasil dalam organisasi. Studi kelayakan ini juga mengukur persepsi orang akan sistem/proyek.
iii. Ekonomi: Kelayakan ekonomi digunakan untuk mengukur biaya yang mempengaruhi proyek/solusi.
iv.    Penjadwalan: Kelayakan penjadwalan digunakan untuk mengukur timeline proyek.
c.  Spesifikasi pengguna
   Tujuan dari spesifikasi pengguna yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan user mengenai apa yang akan dicapai oleh proyek ini. Hasil dari daftar pengguna beserta tugas dan tanggung jawabnya, problem statement matrix, dan daftar prioritas kebutuhan pengguna.
d.  Spesifikasi sistem
   Tujuan dari spesifikasi sistem adalah menjelaskan kebutuhan dan keinginan akan adanya sistem informasi. Dapat memberikan deskripsi mengenai fungsi-fungsi, fitur-fitur (atribut) dan batasan-batasan yang dibutuhkan sistem. Langkah ini menghasilkan pernyataan yang jelas mengenai tujuan dibangunnya sistem, fitur-fitur aplikasi dan batasan-batasannya.
Semua hasil dari langkah-langkah yang terdapat dalam fase 1 ada pada dokumen fase 1.

2.  Fase Analisis Modeling
   Tujuan dari fase analisis modeling adalah menganalisis semua kegiatan dalam arsitektur sistem secara keseluruhan dengan melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem perangkat lunak yang mendasar dan hubungan-hubungannya. Selain itu, analisis modeling juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan tanpa mempertimbangkan solusi teknis. Hasil akhir dari analisis modeling yaitu diagram model logis dari sistem yang sedang berjalan, diantaranya use case diagrams, class diagram, dan sequence diagrams. Fase 2 ini terdiri dari:
a.  Mengidentifikasi pelaku bisnis
   Tujuan dari langkah ini yaiut untuk mengidentifikasi user yang terlibat dalam bisnis proses beserta dengan peranan/tanggung jawab mereka dalam penggunaan sistem. Hasilnya adalah daftar aktor beserta tugas dan tanggung jawabnya.
b.  Menganalisis proses dan kinerja sistem
   Tujuannya yaitu untuk memperoleh deskripsi secara jelas mengenai dukungan fungsional dan non-fungsional yang menjadi kebutuhan terhadap sistem yang dikembangkan dengan menggunakan model diagram use case. Hasil dari langkah ini yaitu use case diagram.
c.  Mengidentifikasi struktur obyek dan relasinya
   Tujuan dari langkah ini yaitu untuk mengidentifikasi dan pemodelan kelas objek dalam sistem yang akan dikembangkan, yang menggambarkan struktur obyek dalam sistem.
i.    Menemukan objek yang potensial
   Tujuannya yaitu untuk menemukan kata benda yang berhubungan dengan entitas bisnis. Hasilnya yaitu daftar objek yang berpotensi.
ii.   Mendokumentasikan bisnis obyek dan relasinya
  Tujuannya untuk mengatur obyek-obyek yang telah diidentifikasi dan mendokumentasikan hubungan konseptual utama antara obyek-obyek tersebut. Hasilnya adalah class diagram (yang dikenal juga sebagai object association diagrams).
iii.  Analisis perubahan keadaan obyek
   Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan memodelkan obyek yang mengalami perubahan keadaan. Hasil dari analisis perubahan keadaan obyek yaitu activity diagrams.

3.  Fase Desain Modeling
   Tujuan dari fase desain modeling yaitu melakukan perancangan sistem berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Tahap analisis dan desain mengalami perulangan hingga diperoleh rancangan sistem yang benar-benar memenuhi kebutuhan. Selain itu, fase 3 ini juga bertujuan untuk memberikan spesifikasi yang jelas dan lengkap kepada programmer dan teknisi. Hasil akhir dari fase ini yaitu basis data, antarmuka, dan spesifikasi desain. Fase 3 ini terdiri dari:
a.  Memodelkan kembali diagram use case untuk  merefleksikan  lingkungan  implementasi
   Tujuanya adalah untuk memperlihatkan perubahan dari analisis use case menjadi desain use case dan memperbaharui model diagram use case dengan menambahkan lebih banyak fakta dari proses pengembangan dan dokumentasi untuk memperlihatkan use case yang baru. Hasil dari langkah 3.1 adalah design use cases (physical.)
b.  Memodelkan interaksi obyek dan behaviours
   Tujuannya adalah untk mengidentifikasi dan mengelompokkan perancangan obyek dan atribut-atribut yang dibutuhkan secara fungsional yang telah dispesifikkan sebelumnya lewat setiap use case dan mengidentifikasi object interactions. Hasilnya yaitu daftar interface, control, dan entity untuk setiap obyek., use case diagram, activity diagram, sequence diagram.
c.  Desain antarmuka
   Tujuannya adalah untuk menyediakan detail elemen multimedia yang akan digunakan, message yang akan disampaikan, presentasi isi, map navigasi, contoh halaman, dan storyboard. Hasil dari tahap 3.3 yaitu storyboard.
d.  Membuat algoritma
   Tujuannya yaitu untuk merepresentasikan prosedur logic dari fungsi yang dibuat dalam aplikasi. Hasilnya adalah flowchart.

4.  Fase Konstruksi
   Tujuan dari fase konstruksi adalah untuk menunjukkan platform, hardware dan software yang digunakan serta batasan dalam implementasi, serta menguji performansi prototipe perangkat lunak yang telah dibangun agar dapat diketahui apakah prototipe tersebut telah sesuai dengan spesifikasi analisis dan perancangan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Hasil akhir dari fase konstruksi adalah platform, hardware dan software yang digunakan, serta daftar batasan implementasi, dan rencana pengujian. Fase 4 ini terdiri dari:
a.  Lingkungan implementasi
   Tujuannya yaitu menfasilitasi pengembangan sistem dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang sudah disediakan. Hasilnya adalah daftar perangkat keras dan perangkat lunak.
b.  Implementasi basis data
   Tujuannya yaitu membangun basis data berdasarkan pemodelan kelas objek. Hasilnya adalah basis data sistem.
c.  Melakukan pemrograman
   Tujuannya yaitu membuat pengkodean sistem berdasarkan model algoritma dan diagram objek yang telah dirancang.Hasilnya adalah kode program.
d.  Implementasi antarmuka
   Tujuannya adalah untuk membangun antarmuka pengguna. Hasilnya adalah kode program lengkap dengan antarmuka pengguna.
e.  Pengujian
i. Identifikasi tujuan pengujian sistem.
   Tujuannya untuk emperoleh tujuan pengujian sistem agar dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Hasilnya daftar tujuan pengujian sistem.
ii. Buat kriteria pengujian sistem
   Tujuannya untuk mengidentifikasi kriteria pengujian sistem sehingga menjadi tolak ukur dalam analisis hasil pengujian. Hasilnya daftar kriteria pengujian sistem pakar.
iii. Buat kasus untuk pengujian
   Tujuannya untuk menentukan skenario yang akan dilaksanakan dalam pengujian sehinga pengujian dapat dilakukan secara terarah. Hasilnya daftar kasus untuk pengujian.
iv. Lakukan Pengujian Sistem
  Tujuannya melaksanakan serangkaian kegiatan pengujian berdasarkan tujuan dan kasus uji. Hasilnya test plan.

Kamis, 25 Oktober 2018

TUGAS MANDIRI 5

TUGAS MANDIRI

Pertemuan Ke-5

Topologi Jaringan

Pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Dan setiap macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya. Dan juga setiap jenis topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. ada banyak macam topologi seperti topologi ring, star, bus, mesh, dan tree yang akan dibahas di blog belajar komputer ini.

Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer

1. Topologi Ring

Pada topologi ring setiap komputer di hubungkan dengan komputer lain dan seterusnya sampai kembali lagi ke komputer pertama, dan membentuk lingkaran sehingga disebut ring, topologi ini berkomunikasi menggunakan data token untuk mengontrol hak akses komputer untuk menerima data, misalnya komputer 1 akan mengirim file ke komputer 4, maka data akan melewati komputer 2 dan 3 sampai di terima oleh komputer 4, jadi sebuah komputer akan melanjutkan pengiriman data jika yang dituju bukan IP Address dia.

Kelebihan:

  • Mudah dalam perancangan dan pembuatan
  • Performa sinyal dan aliran data stabil, bahkan lebih baik dari topologi bus, meskipun mengalirkan data yang berat
  • Jika terjadi masalah, mudah untuk dilakukan konfigurasi ulang atau pemasang baru
  • Hemat dalam penggunaan kabel
  • Hemat dalam biaya


Kekurangan:

  • Jika ada satu komputer yang eror, maka keseluruhan jaringan juga akan ikut eror, solusinya adalah dengan penggunaan topologi ring ganda
  • Performa aliran lalu lintas data bergantung pada jumlah komputer pada jaringan tersebut


2. Topologi Bus

Topologi jaringan komputer bus tersusun rapi seperti antrian dan menggunakan cuma satu kabel coaxial dan setiap komputer terhubung ke kabel menggunakan konektor BNC, dan kedua ujung dari kabel coaxial harus diakhiri oleh terminator.

Kelebihan:

  • Lumayan sederhana
  • Apabila ingin menambah server baru lumayan mudah, karena pemasangan tidak memutus keseluruhan jaringan sehingga tidak mengganggu server yang lain
  • Hemat dalam penggunaan kabel dan biaya karena cuma menggunakan satu kabel utama

Kekurangan:

  • Bila kabel utama mengalami gangguan, maka semua jaringan juga mengalami gangguan
  • Jalur lalu lintas lumayan padat karena bolak-balik
  • Apabila jarak jauh diperlukan repeater
  • Susah melacak tempat trouble
  • Jika komputer banyak yang terhubung maka performa sinyal dan lalu lintas akan menurun


3. Topologi Star

Topologi ini membentuk seperti bintang karena semua komputer di hubungkan ke sebuah hub atau switch dengan kabel UTP, sehingga hub/switch lah pusat dari jaringan dan bertugas untuk mengontrol lalu lintas data, jadi jika komputer 1 ingin mengirim data ke komputer 4, data akan dikirim ke switch dan langsung di kirimkan ke komputer tujuan tanpa melewati komputer lain. Topologi jaringan komputer inilah yang paling banyak digunakan sekarang karena kelebihannya lebih banyak.

Kelebihan:

  • Tingkat keamanan tergolong tinggi
  • Mudahnya dalam penambahan komputer baru yang ingin disambungkan
  • Apabila ada yang eror mudah untuk dideteksi
  • Paling fleksibel diantara topologi jaringan yang lainnya
  • Kemudahan dalam mengontrol karena sistemnya yang terpusat


Kekurangan:

  • Apabila Hub/Switch rusak maka keseluruhan jaringan juga rusak
  • Lumayan boros dalam penggunaan kabel
  • Hub sangat sensitif, karena dia sebagai tempat central bagi jaringan
  • Tergantung spesifikasi Hubnya, apabila rendah maka performa sistem jaringan juga rendah
  • Biaya lebih mahal


4. Topologi Mesh

Pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan langsung mencapai komputer tujuan tanpa melalui komputer lain ataupun switch atau hub.

Kelebihan:

  • Arus lalu lintas data cepat diantara topologi jaringan yang lain karena memiliki jalur masing masing
  • Terjaminnya kapasitas channel komunikasi
  • Jika ada ganggguan pada satu koneksi jaringan, maka tidak mengganggu koneksi yang lain
  • Terjaminnya keamanan dan privasi karena akses langsung dapat dilakukan antara dua komputer tanpa melibatkan komputer yang lain
  • Kemudahan dalam mengidentifikasi titik trouble


Kekurangan:

  • Biaya yang dikeluarkan termasuk tinggi
  • Boros dalam pemakaian kabel karena semua komputer atau Workstation seminimal-minimalnya memiliki dua penghubung
  • Diperlukan ruangan yang lumayan besar dalam membangun jaringan komputer tersebut


5. Topologi Tree

Topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

Kelebihan:

  • Mudah untuk digunakan dalam jaringan yang luas
  • Apabila ada gangguan mudah untuk dideteksi
  • Kemudahan dan keunggulan dalam manajemen data
  • Kemudahan dalam pengelompokan workstation yang sejenis


Kekurangan:

  • Karena banyaknya sambungan maka lalu lintas bisa dibilang lambat
  • Apabila hub eror, maka komputer yang tersambung juga eror
  • Penggunaan biaya tergolong besar
  • Penggunaan kabel termasuk boros
  • Komputer tingkat tinggi eror maka komputer tingkat rendah juga eror
  • Lalu lintas dan sinyal tergolong lambat karena terbagi-bagi


6. Topologi Linier

Topologi linier bisa juga disebut dengan topologi bus yang beruntut. Kabel utama terhubung dengan dengan setiap komputer dengan penyambung T, lalu pada ujungnya dipasang terminator.

Untuk jenis sambungan yang digunakan adalah sambungan BNC (British Naval Connector).

Berikut 3 jenis penyambung yang terdapat pada topologi linier:
BNC, penyambung ini berfungsi untuk mempertemukan kabel komputer ke sambungan T
Sambungan T, berguna untuk mempertemukan kabel komputer dengan kabel utama
Terminator, sebagai pengakhir dari topologi bus
BNC Barrel konektor, Untuk menyambung 2 kabel BNC.
Maksimal komputer yang bisa disambungkan adalah 5-7 buah saja.

Kelebihan:

  • Mudah dalam pengembangannya
  • Hanya sedikit kabel yang digunakan
  • Tidak ada kendali pusat
  • Tata peletakan kabel lumayan sederhana
  • Terminator bisa dikurangi atau ditambah tanpa mengganggu lalu lintas data.


Kekurangan:

  • Sangat susah dalam mendeteksi kesalahan yang terjadi
  • Lalu lintas data bisa terbilang padat
  • Keamanan dan privasi kurang karena ada pihak ke tiga yang dilalui
  • Kecepatan lalu lintas data sesuai dengan jumlah workstationnya, apabila banyak maka akan menurun kecepatannnya


7. Topologi Hybrid

Topologi hibrid adalah topologi yang luas yang mana topologi tersebut adalah gabungan dari 2 atau lebih jenis topologi yang lainnya. Topologi hybrid tersebut memiliki semua ciri-ciri dan sifat dari jenis topologi yang ada di dalamnya.

Pembuatan topologi hybrid tersebut bertujuan untuk memaksimalkan kelebihan dari tiap-tiap jenis topologi dasar di dalamnya. Ketika jenis topologi dasar terhubung dengan jenis topologi dasar yang beda jenis, maka tidak ada karakter yang ditampilkan dari keduanya.

Contohnya begini:

Topologi bintang digabungkan dengan topologi bintang maka masih topologi bintang, sedangkan topologi bintang digabungkan dengan topologi bus maka sudah bisa dikatakan sebagai topologi hibrida.

bintang?bintang=bintang

bintang?bus=hybrida


Kelebihan:

  • Kelemahan dari masing-masing topologi dasar dapat diatasi
  • Bisa diterapkan di lingkungan jaringan yang berbeda, karena fleksibel dalam perancangannya
  • Kecepatan topologi konsisten dan stabil
  • Ketika jaringan satu ada kerusajkan maka tidak mengganggu jaringan yang lainnya
  • Cocok dengan jaringan yang berskala besar
  • Bisa mengurangi space jaringan yang terbuang


Kekurangan:

  • Biayanya mahal karena merupakan gabungan dari topologi yang lainnya
  • Proses pemasangan dan pengaturan cukup terbilang rumit
  • Manajemen jaringannya sulit
  • Harus tersedia ruangan yang luas karena penggunaan kabel yang banyak
  • Boros dalam penggunaan kabel karena di setiap jaringan terdapat kabel


8. Topologi Peer to Peermarkijar.com

Inilah topologi paling sederhana dan paling dasar dari semua topologi yang ada. Jenis topologi ini hanya terdapat 2 komputer yang saling terhubung dengan satu kabel saja.

Tujuan dari topologi Peer to Peer adalah supaya masing-masing komputer bisa saling terhubung satu sama lain tanpa harus melalui server lain sehingga masing-masing komputer tersebut bisa menjadi server sendiri.

Kelebihan:

  • Sangat hemat dalam penggunaan kabel karena hanya satu kabel saja yang dipakai
  • Setiap komputer bisa menjadi server
  • Proses pemasangan mudah


Kekurangan:

  • Dari segi keamanan sangat rendah, karene tiap komputer tingkat keamanannya berbeda-beda
  • Sangat susah untuk ditambahkan dengan komputer lain
  • Karena tiap komputer menjadi server maka apabila salah satu ada yang eror, maka untuk akses data ke komputer yang eror tersebut juga terganggu